Berita

UIN Datokarama Palu kenalkan moderasi agama kepada 1.600 mahasiswa baru

Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Sulawesi Tengah, mengenalkan moderasi beragama kepada 1.600 mahasiswa baru tahun akademik 2021/2022, untuk menumbuhkan pemahaman moderat mahasiswa.

“Salah satu bentuk penguatan yang dilakukan dalam proses pembinaan mahasiswa baru di UPT Mahad Aljamiah ialah pembinaan tentang moderasi agama,” ucap Direktur UPT Mahad Aljamiah UIN Datokarama Palu Dr Ahmad Sehri, di Palu, Selasa, dalam penerimaan mahasantri baru Mahad Aljamiah tahun akademik 2021/2022.

UPT Mahad Aljamiah merupakan salah satu tempat pembinaan terhadap mahasiswa baru milik UIN Datokarama Palu atau biasa disebut sebagai pesantrennya UIN Palu.

Ahmad Sehri mengatakan sesuai dengan data dari bagian akademik UIN Datokarama Palu bahwa jumlah mahasiswa baru yang telah melakukan pendaftaran ulang dan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebanyak 1.600 mahasiswa baru.

Sebanyak 1.600 mahasiswa baru itu, kata dia, akan mengikuti proses pembinaan yang diselenggarakan di Mahad Aljamiah, sebelum mengikuti matrikulasi, pengenalan budaya akademik kampus (PBAK) dan kuliah umum.

“Iya, jadi Mahad Aljamiah menjadi pintu masuk pertama pembinaan bagi setiap mahasiswa baru UIN Datokarama Palu,” sebutnya.

Pembinaan mahasiswa baru tentang moderasi beragama, sebagai upaya menguatkan pemahaman mahasiswa tentang keberagaman dan keberagamaan yang terjadi di muka bumi ini.

“Hal ini agar mahasiswa tidak mudah terpancing dan tidak mudah terpengaruh dengan faham-faham yang intoleransi, radikalisme,” sebutnya.

Pembinaan itu, kata dia, sesuai dengan visi UIN Datokarama Palu yakni mengembangkan kajian Islam moderat yang berbasis pada integrasi ilmu, spritualitas dan kearifan lokal.

Selain pembinaan tentang moderasi beragama, ujar dia, mahasiswa baru juga akan dibekali dengan peningkatan pemahaman tentang wawasan kebangsaan atau keindonesiaan, serta tentang keilmuan.

Berkaitan dengan itu Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Datokarama Palu Prof Dr Abidin Djafar mengatakan bahwa setiap mahasiswa baru wajib mengikuti pembinaan pertama di Mahad Aljamiah.

“Ini adalah suatu keharusan, pembinaan yang dilakukan untuk memantapkan mahasiswa tentang beberapa aspek meliputi keagamaan, kebangsaan dan keilmuan serta keterampilan,” ungkap Prof Abidin.

Dia mengatakan sesuai dengan renstra UIN Datokarama Palu bahwa Mahad Aljamiah menjadi salah satu pintu masuk pembinaan yang sangat strategis, untuk membentuk mahasiswa yang berkepribadian yang baik/ahlak yang baik, memiliki wawasan kebangsaan yang baik, serta pemahaman tentang keagamaan yang moderat.

“Selain itu, Mahad Aljamiah perlu meningkatkan pembinaan keterampilan dan kemampuan mahasiswa untuk baca dan tulis Alquran,” ungkapnya.

Sumber : Humas IAIN Palu