Berita Rektor

Rektor IAIN Palu : Penerima beasiswa KIP harus berprestasi akademik

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Prof Dr Sagaf S Pettalongi MPd mengemukakan mahasiswa yang tercatat sebagai penerima beasiswa Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) harus berprestasi secara akademik.

“Tidak boleh tidak berprestasi, karena mahasiswa penerima beasiswa KIP selain mengikuti perkuliahan secara normal seperti mahasiswa lainnya, juga mendapat pengayaan, pembimbingan, dan pelatihan yang tidak didapat oleh mahasiswa lainnya di setiap semester,” ucap Prof Sagaf Pettalongi MPd, dalam sambutannya pada penutupan kegiatan pelatihan english camp bagi mahasiswa penerima beasiswa KIP, berlangsung di Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Minggu.

Rektor menegaskan beasiswa Program KIP merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat, khususnya masyarakat ekonomi menengah kebawah agar bisa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

Karena itu, mahasiswa yang tercatat sebagai penerima beasiswa program tersebut, harus menggunakan dan memanfaatkan kesempatan untuk belajar dengan baik.

“Anda dibiayai oleh negara untuk kuliah, maka manfaatkan dengan baik beasiswa tersebut untuk belajar, mengukir prestasi akademik, agar kelak bisa membanggakan orang tua, bangsa dan negara,” sebut Prof Sagaf.

Karena itu, Rektor Prof Sagaf meminta mahasiswa penerima beasiswa Program KIP agar menjadi corong baik di kelas belajar, di lingkungan kampus dan di masyarakat, dengan memperlihatkan etika dan ahlak yang baik.

“Selain harus berprestasi secara akademik, mahasiswa penerima bidikmisi juga harus memiliki tatakrama, memiliki etika, moral dan ahlak yang baik di masyarakat dan di lingkungan kampus,” sebutnya.

Kata Rektor, dengan memperlihatkan ahlak yang baik di masyarakat, mahasiswa penerima beasiswa Program KIP telah berkontribusi dalam hal menjaga nama baik IAIN Palu dan pengembangan PTKIN tersebut.

Prof Sagaf juga menekankan kepada mahasiswa tersebut, agar bangga terhadap Indonesia dengan menjunjung tinggi Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

“Mahasiswa penerima bantuan beasiswa Program KIP, harus menjadi garda terdepan untuk mencatai NKRI, menjunjung tinggi Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. jangan mudah terpengaruh dengan faham-faham dan doktrin yang menyesatkan,” kata Prof Sagaf.

Sebanyak 200 mahasiswa semester satu IAIN Palu tahun masuk 2020 tercatat sebagai penerima bantuan beasiswa Program KIP. IAIN Palu melaksanakan kegiatan pelatihan english camp, sebagai kegiatan perdana Program KIP bertujuan untuk mengasah keterampilan mahasiswa berbahasa Inggris.*

Sumber : Humas IAIN Palu