Berita

Mahasiswi UIN Palu raih harapan satu nasional “Debat Seiman

Mahasiswi dari Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Sulawesi Tengah, berhasil meraih harapan satu tingkat nasional dalam kegiatan bertajuk “Debat Sharia Economics Intellectual Moslem of IAIN 2021 (Seiman)”.

“Alhamdulillah kami senang, kami bersyukur, karena hanya kami peserta dari Kawasan Timur Indonesia yang ikut bersaing dalam lomba skala nasional itu,” kata Ketua Tim Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga (HMPS HK) Fakultas Syariah UIN Datokarama Palu Meiry, di Palu, Senin.

Lomba Debat Seiman diselenggarakan oleh Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, Jawa Tengah, sejak tanggal 3 – 8 September 2021.

Meiry bersama dua rekannya Nurasia dan Muzdalifa Darwis yang tergabung dalam Tim HMPS-HK UIN Datokarama Palu mengikuti lomba debat tersebut yang dimulai pada tanggal 3 September 2021, secara virtual.

Tiga perempuan andalan UIN Datokarama Palu itu harus bersaing ketat dengan sebelas tim dari sebelas perguruan tinggi negeri dan swasta pada babak penyisihan yang memperdebatkan topik tentang pandemi menjadi penghalang peningkatan literasi ekonomi Islam.

Mereka berhasil unggul dalam babak penyisihan tersebut, yang mengantar Tim HMPS-HK UIN Datokarama Palu masuk pada babak per-empat final. Pada babak per-empat final, Meiry, Nurasia, dan Muzdalifa bersaing dengan tujuh tim dari tujuh perguruan tinggi negeri dan swasta.

Pada babak per-empat final, yang diselenggarakan pada tanggal 5 September 2021, tiga mahasiswi UIN Datokarama Palu itu berdebat dengan tim dari tujuh perguruan tinggi negeri dan swasta tentang era digital memudahkan adanya peningkatan literasi keuangan syariah kepada masyarakat.

“Alhamdulillah kami berhasil lolos dari babak per-empat final ke babak semi final
,” kata Meiry yang saat ini merupakan mahasiswi semester tiga di Fakultas Syariah.

Lolos ke babak semi final, Meiry selaku ketua kelompok mengajak dua rekannya itu untuk mempersiapkan diri dan memantapkan penguasaan materi, agar tidak kalah bertanding di babak tersebut.

Di bawah komando Meiry, mereka gencar berdiskusi, membaca berbagai literatur yang berkaitan dengan topik debat itu.

Alhasil, upaya yang mereka lakukan membuahkan hasil positif. Di mana, mereka mampu lolos ke perebutan juara tiga, setelah bersaing melawan tiga tim dari tiga perguruan tinggi negeri dan swasta pada babak semi final.

Lolos ke babak perebutan juara tiga, tidak membuat Meiry dan dua rekannya berbangga diri. Hal itu karena lomba belum selesai. Tim HMPS-HK UIN Datokarama Palu masih harus bersaing dengan NEMESIS STEI SEBI pada tanggal 8 September 2021.

Oleh karena itu, Meiry kembali mengkoordinir dua rekannya, untuk mempersiapkan diri, memperkaya wawasan dan mengasah khasanah berfikir, untuk siap secara intelektual dan mental ketika berdebat dengan Tim NEMESIS STEI SEBI mengenai banyaknya produk keuangan bank konvensional membuat perkembangan keuangan syariah terhambat.

Meiry bersama dua rekannya harus menerima keputusan dewan juri yang lebih memenangkan Tim NEMESIS STEI SEBI meraih juara tiga. Sementara Tim HMPS-HK UIN Datokarama Palu diputuskan oleh dewan juri meraih harapan satu.

“Kami telah berupaya menjadi yang terbaik, mengharumkan nama kampus kami, prestasi ini kami persembahkan sepenuhnya untuk kampus UIN Datokarama Palu,” sebut Meiry.

Meiry, Nurasia, Muzdalifa Darwis berharap prestasi kanca nasional mereka raih, menjadi perhatian para pimpinan UIN Datokarama Palu untuk memberdayakan dan memperhatikan para mahasiswa dalam pengembangan intelektual dan keterampilan, termasuk mendampingi dan memfasilitasi mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan yang diikuti.

Sumber : Humas UIN Datokarama Palu