Berita Rektor

IAIN Palu kerjasama Kemendes berdayakan warga transmigrasi di Sulteng

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, menjalin kerjasama dengan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi(Kemendes-PDTT) untuk memberdayakan warga transmigrasi di wilayah Sulteng.

Kerjasama itu ditandatangani oleh Rektor IAIN Palu Prof Dr H sagaf S Pettalongi MPd dan Mendes-PDTT Abdul Halim Iskandar dalam kegiatan Forum Komunikasi Transmigrasi Regional II Tahun 2021, yang mengusung tema “revitalisasi kawasan transmigrasi mendukung SDGs desa”, di Jakarta, Kamis.

“Kerjasama ini sebagai bentuk upaya membantu pemerintah serta untuk optimalisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian terhadap masyarakat,” ucap Rektor IAIN Palu Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd, dihubungi dari Palu, Kamis.

Rektor mengatakan kerjasama ini yang dibuktikan dengan penandatangan MoU antara IAIN Palu dengan Kemendes-PDTT, dimaksudkan sebagai pedoman dalam melaksanakan pendidikan.

Selain itu, kata dia, juga sebagai pegangan dua belah pihak bersinergi untuk melakukan kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi warga transmigrasi.

“Selain itu juga diikutkan dengan kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat di wilayah transmigrasi yang didasarkan azas saling membantu dan saling mendukung,” sebutnya.

Rektor juga mengatakan bahwa perjanjian kerjasama ini bertujuan untuk mensinergikan program dan kegiatan IAIN palu dengan Kemendes-PDTT, dalam hal peningkatan kapasitas dan pemberdayaan.

Dari situ, ia menjelaskan, ruang lingkup atau spesifikasi dari kerjasama itu yakni penyelenggaraan beasiswa pendidikan untuk anak transmigran berprestasi. Hal ini agar anak di wilayah transmigrasi dapat mengenyam pendidikan secara gratis di IAIN Palu.

“Selanjutnya bentuk kegiatan dari kerjasama itu ialah penyelenggaraan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik di kawasan transmigrasi, yakni IAIN Palu akan menurunkan mahasiswa KKN di wilayah transmigrasi,” ungkapnya.

Rektor menyebut pendampingan dalam pembentukan kelembagaan kemasyarakatan/ keagamaan di kawasan transmigrasi, juga menjadi ruang lingkup dalam kerjasama tersebut, yang diikutkan dengan bimbingan teknis pengembangan kapasitas sumber daya manusia di kawasan transmigrasi.

Sumber : Humas IAIN Palu