Kemenag akui IAIN Palu layak jadi UIN

Kementerian Agama RI mengakui Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, layak beralih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) sebagai bentuk percepatan pengembangan perguruan tinggi Islam negeri tersebut di Sulteng.

"IAIN Palu layak," ucap Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Prof Dr Kamaruddin Amin, di Palu, Kamis. Kamaruddin Amin mengatakan, pemberhentian sementara atau moratorium transformasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dari STAIN menjadi IAIN, dan dari IAIN menjadi UIN telah dicabut.

"Kran alih status telah kita buka, dan tahun 2020 mulai berproses," katanya. IAIN Palu, sebut dia, menjadi salah satu PTKIN yang berpotensi berstansformasi dari institut menjadi universitas.

Apalagi, akui Dirjen Pendis letak dan keberadaan IAIN Palu, geografis strategis. IAIN Palu juga berada di Kota Palu yang merupakan ibu kota Sulawesi Tengah. IAIN Palu berpotensi memberi kontribusi dalam pembinaan dan pembangunan sumber daya manusia di Sulteng.

IAIN Palu menjadi satu-satunya PTKIN di Sulteng yang  terdiri dari 11 kabupaten dan satu kota.

"Saya kira peluangnya besar, ya kita berdoa semoga segalanya berjalan lancar. Kita penuhi semua persyaratan alih status. Saya secara pribadi mendukung," ujar Kamaruddin Amin.

Sementara itu Rektor IAIN Palu Prof. Dr. KH. Sagaf S Pettalongi, M.Pd menyatakan proposal alih status IAIN menjadi UIN telah dikirim ke Kemenag di Jakarta.

"Proposalnya telah dikirim ke Jakarta," sebut Prof Sagaf Pettalongi.

Menjadi UIN merupakan cita-cita dan harapan besar seluruh komponen civitas akademik IAIN Palu. Karena itu, rektor, dosen dan pegawai, serta mahasiswa dan alumni menaruh harapan besar agar Kemenag dapat mengabulkan permohonan alih status IAIN Palu menjadi UIN.

Indonesian