MENAG AJAK ASN JADI DUTA PENEBAR KEDAMAIAN

Palu, - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Kementerian Agama menjadi duta penebar kedamaian.

Menag Lukman Hakim Saifuddin juga mengajak semua komponen umat beragama di Tanah Air agar bersama-sama menjadi duta penebar kedamaian.

"Marilah kita buktikan bahwa agama sesungguhnya membawa angin kesejukan yang menenteramkan. Dalam damai akan tercipta negeri yang tenteram dan sejahtera," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya pada peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-72, yang dibacakan oleh Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Prof Dr H Saggaf S Pettalongi MPd, di perguruan tinggi Islam negeri tersebut, Rabu.

Hari Amal Bakti ke-72 Kementerian Agama tahun 2018 mengambil tema "Tebarkan Kedamaian". Tema itu dipilih karena pada hakikatnya agama berfungsi menyemai kebaikan dan menebar kedamaian.

Kedamaian, menurut Lukman Hakim, menjadi pesan universal semua agama kepada umat manusia. Kedamaian akan membawa kebahagiaan. Kedamaian adalah jalan menuju kesejahteraan dan kemajuan. Kedamaian merupakan pintu maslahat bersama.

Karena itu, sebut dia, hanya dengan hati yang damai, sanubari kita bisa merasakan kasih sayang Tuhan yang hakiki. Pesan kedamaian ini makin terasa penting untuk digaungkan agar kita tidak terjerembab dalam kubangan perseteruan dan jebakan permainan atas nama agama.

"Kalaulah belum sanggup mengatasi pertentangan dengan seruan damai, setidaknya marilah mendamaikan diri sendiri dari nafsu angkara murka, syak wasangka, tingkah yang pandir, sifat-sifat batil,

ataupun tangan yang jahil," katanya.

Menag Lukman Hakim berpesan kepada seluruh jajaran Kementerian Agama agar memaknai bekerja sebagai ibadah, bekerja melayani masyarakat adalah sebuah kehormatan.

"Mari menjalankan pengabdian dengan sikap amanah dan keikhlasan, dan jangan sekali-kali mempermainkan jabatan. Sebagai hamba Tuhan dan aparatur negara, kita semua menyadari bahwa panggilan terbesar tentu adalah panggilan Tuhan," sebut Menag.

Karena itu, yakinilah bahwa panggilan tugas melayani sesama, melayani masyarakat sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab kita masing-masing hakikatnya adalah pengejawantahan dan manifestasi dari panggilan Tuhan.