PENSIUNAN DAN TENAGA KONTRAK DAPAT PENGHARGAAN IAIN

    COMMENTS Honorer IAIN Rektor IAIN Palu Prof Dr H Saggaf S Pettalongi MPd saat menyerahkan penghargaan kepada bekas PNS dan honorer di lingkup IAIN.(Foto:IAIN

Palu, - Sedikitnya terdapat lima pensiunan pegawai negeri sipil mendapat penghargaan dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, sebagai bentuk ucapan terima kasih.

Lima pensiunan PNS IAIN Palu yaitu Sanimbar Mustafa, Noor Akhmad, Mustaking, Abdullah Nur, St Hadidjah, yang penghargaannya diserahkan langsung oleh rektor perguruan tinggi tersebut, Prof Dr H Saggaf S Pettalongi Mpd.

Penyerahan penghargaan itu menjadi salah satu renretan acara pada upacara Hari Amal Bakti (HAB) ke-72 Kementerian Agama, di IAIN Palu, Rabu.

"Saya selaku pimpinan dan secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada bapak ibu sekalian yang telah mengabdikan diri di perguruan tinggi ini," ungkap Rektor IAIN Palu Prof Dr H Saggaf S Pettalongi Mpd.

Tiga dari lima pensiunan itu Abdullah Nur, Sanimbar Mustafa, St Hadidjah, sebelum pensiun merupakan dosen yang mengajar di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah dan Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

Sementara Mustaking dan Noor Akhmad merupakan pegawai struktural dengan jabatan terakhir Kepala Bagian Umum Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam dan Kepala Subbagian Kepegawaian.

IAIN juga memberikan penghargaan kepada tenaga kontrak, yaitu, Tamrin securiti, Jismin staf administrasi pada bagian umum, Iskandar petugas kebersihan gedung dan Abd Rahim petugas kebersihan taman dan lingkungan.

Prof Saggaf S Pettalongi berharap agar para penerima penghargaan, terus meningkatkan kinerjanya demi keberhasilan dan capaian arah pembangunan IAIN Palu kedepan.

Pakar managemen pendidikan ini juga berharap penerima penghargaan tidak menilai materi yang diberikan.

"IAIN berupaya untuk memberikan yang terbaik kepada bapak ibu, berupaya menjunjung tinggi, menghargai pengabdian bapak ibu sekalian diperguruan tinggi ini. Lihatlah upaya perguruan tinggi ini, dan jangan melihat bentuk fisik penghargaan itu," sebut Prof Saggaf Pettalongi.

Indonesian