PULUHAN RIBU MAHASISWA SULTENG DEKLARASI ANTI-RADIKALISME

Oleh : Muhammad Hajiji

Palu - Peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2017 yang dihadiri sekitar 30.000-an mahasiswa lintas perguruan tinggi negeri dan swasta di Kota Palu, Sabtu, diwarnai dengan deklarasi bersama melawan radikalisme dan intoleransi.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Upacara Universitas Tadulako (Untad) Palu yang dihadiri para petinggi TNI-Polri dan pemeritnah daerah itu juga diselingi orasi-orasi.

"Perguruan tinggi se-Sulteng telah menunjukkan komitmennya untuk melawan gerakan dan faham radikal dan intoleransi," kata panitia pengarah nasional aksi kebangsaan perguruan tinggi melawan radikalisme Prof Dr H Zainal Abidin MAg di lokasi acara.

Menurut Zainal Abidin, deklarasi melawan radikalisme oleh mahasiswa perguruan tinggi se-Sulawesi Tengah itu merupakan komitmen kebangsaan dan tindak lanjut dari deklarasi melawan radikalisme di Provinsi Bali beberapa waktu lalu.

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu ini menyatakan salah satu poin yang dihasilkan dari pertemuan pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia di Provinsi Bali yaitu, menggelar aksi kebangsaan melawan radikalisme di masing-masing provinsi.

"Iya, hari ini Sabtu 28 Oktober 2017 bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, komitmen itu telah direalisasikan. Mahasiswa dalam jumlah besar terlibat pada aksi kebangsaan melawan radikalisme," katanya.

Tokoh pembaruan dalam Islam ini merasa bangga dengan antusias dan partisipasi aktif mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ikut bersama-sama deklarasi melawan radikalisme.

Ketua MUI Kota Palu ini juga berterima kasih kepada rektor dan civitas akademika Untad Palu yang telah bersedia menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Begitu pula kepada pihak kepolisian dan TNI yang juga aktif turut serta membantu menyediakan sarana transportasi dan lainnya hingga berlangsung sukses perguruan tinggi se-Sulteng melawan radikalisme.

Aksi kebangsaan perguruan tinggi juga melibatkan seluruh pimpinan dan tokoh agama di Sulawesi Tengah. 

Rektor Universitas Alkhairaat Hamdan Rampadjio bertindak sebagai pembaca deklarasi pimpinan perguruan tinggi melawan radikalisme.

Kemudian Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IAIN Palu Dr Muhtadin Dg Mustafa sebagai orator kebangsaan mewakili seluruh dosen. 

Wakil Kapolda Sulteng menyampaikan pidato kebangsaan, Mahasiswi STIMIK Bina Mulia Palu sebagai pembaca naskah deklarasi melawan radikalisme oleh mahasiswa, kemudian mahasiswa Untad Palu bertindak sebagai pembaca naskah Sumpah Pemuda.

Kegiatan di mulai pukul 08.00 Wita, diawali dengan upacara peringatan sumpah pemuda. Rektor Untad Prof Dr M Basir Cyio bertindak sebagai pimpinan upacara.