Panduan akademik

Sistem Kredit

Program pendidikan diselenggarakan atas dasar Sistem Kredit Semester (SKS) yang telah diberlakukan di semua perguruan tinggi di Indonesia. Dalam sistem ini, untuk menyelesaikan suatu program studi, setiap mahasiswa diwajibkan menempuh sejumlah beban studi tertentu yang dinyatakan dalam jumlah satuan kredit semester (sks). Salah satu ciri utama dari Sistem Kredit adalah bahwa kepada mahasiswa diberi kebebasan untuk memilih cara maupun jangka waktu untuk menyelesaikan jumlah beban studi yang dipersyaratkan di bawah bimbingan seorang dosen wali atau pembimbing akademik. Adapun tujuan utama dari Sistem Kredit adalah bahwa para mahasiswa dapat menempuh kegiatan pendidikan yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya. Mahasiswa yang lebih cakap dan lebih giat belajar akan dapat menyelesaikan studinya dalam waktu yang relatif lebih singkat.

Satuan Kredit Semester

Dalam Sistem Kredit Semester, bobot tiap kegiatan pendidikan dinilai dengan sks yang ditentukan berdasarkan beban studi yang harus dilakukan oleh mahasiswa. Dalam Sistem Kredit Semester, kegiatan pendidikan berlangsung dalam tahapan semesteran yang terdiri atas empat belas (14) minggu kegiatan kuliah atau praktikum dan minimum dua (2) minggu ujian.

Beban Studi 

Beban studi seorang mahasiswa setiap semester perlu ditetapkan dengan mempertimbangkan dua faktor yaitu kemampuan individu mahasiswa yang bersangkutan dan rata-rata waktu belajar sehari. Kalau seorang mahasiswa dianggap dapat bekerja normal selama 6 - 8 jam pada siang hari ditambah selama 2 jam pada malam hari, maka dalam satu minggu atau 6 hari kerja mahasiswa dapat bekerja selama 48 - 60 jam. Atas dasar ini maka beban studi rata-rata, seorang mahasiswa setiap semester seyogyanya ditetapkan antara 16 - 20 sks. Beban studi mahasiswa setiap semester ditetapkan pada awal semester melalui konsultasi dengan Dosen Pembimbing Akademik (DPA) dengan mempertimbangkan keberhasilan studi semester sebelumnya. Beban studi yang ditentukan dapat dipenuhi dengan mengambil matakuliah wajib atau matakuliah pilihan dengan memperhatikan terpenuhinya matakuliah prasyarat.

Bimbingan Akademik

Untuk setiap mahasiswa ditetapkan seorang Dosen Pembimbing Akademik (DPA) yang berperan dalam memberikan bimbingan kepada mahasiswa yang menjadi bimbingannya agar lancar dalam perencanaan studi tiap semester. Setiap awal semester, mahasiswa perlu berkonsultasi dengan DPA untuk mendapatkan pembimbingan akademik menyangkut pengisian Kartu Rencana Studi (KRS). Dalam KRS termuat semua matakuliah yang akan ditempuh mahasiswa selama semester, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sistem Ujian dan Penilaian

Ujian merupakan salah satu metode penilaian mahasiswa ketika mengikuti suatu matakuliah. Ujian diselenggarakan secara berkala baik terjadwal maupun tidak terjadwal dan dapat terdiri dari Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS). UTS sekurang-kurangnya diselenggarakan satu kali dalam satu semester baik secara terjadwal maupun tidak terjadwal, sedangkan UAS diselenggarakan secara terjadwal pada akhir semester, Selain kedua ujian di atas, data penilaian mahasiswa dapat juga berasal dari berbagai komponen seperti pekerjaan rumah, tanya jawab, kuis, test dan lain-lain selama mengikuti perkuliahan.

Nilai akhir untuk suatu matakuliah ditentukan berdasarkan semua data penilaian yang diperoleh dari berbagai kegiatan penilaian di atas dengan memberikan bobot tertentu pada masing-masing data nilai. Tingkat kemampuan mahasiswa dinyatakan dengan nilai berbentuk huruf A, B, C, D dan E yang masing-masing mempunyai arti dan angka bobot sebagai berikut :

NILAI ARTI BOBOT
A AMAT BAIK 4
B BAIK 3
C CUKUP 2
D KURANG 1
E GAGAL 0

Evaluasi Hasil Studi

Indeks prestasi ( IP ) diperhitungkan melalui rumus berikut: IP = ∑ K i N i  / ∑ K i , K i dan N i masing -masing adalah jumlah sks dan bobot nilai matakuliah i.

Evaluasi hasil studi dilaksanakan pada berbagai tahapan masa studi yaitu setiap akhir semester, pada akhir dua tahun pertama, pada akhir jenjang studi dan pada akhir batas waktu studi berdasarkan jumlah sks yang telah dapat ditempuh dan IP yang diperoleh .

Rentang IP

MAKSIMAL SKS YANG BOLEH DIAMBIL

3,00 - 4, 00 24 SKS
2,00 - 2,99 22 SKS
1,00 - 1,99 20 SKS
0 - 0,99 18 SKS
   

Pengisian Kartu Rencana Studi (KRS)

Mahasiswa yang telah terdaftar secara sah wajib mengisi KRS secara online disetiap awal semester sebelum masuk masa perkuliahan sebagai syarat mengikuti matakulih, melalui Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) Terpadu IAIN Palu dengan alamat http://sia.iainpalu.ac.id/siakad . Setelah KRS pada SIAKAD Terpadu diisi dan dicetak, KRS tersebut perlu disetujui Dosen Pembimbing Akademik (DPA). Setelah mendapatkan tandatangan dari DPA, mahasiswa perlu menyerahkan KRS tersebut ke Bagian akademik Fakultas.

Penerbitan Kartu Hasil Studi (KHS)

Setelah masa ujian selesai dan pekerjaan ujian telah diperiksa dosen penguji, nilai hasil ujian diumumkan melalui SIAKAD Terpadu, Kartu Hasil Studi (KHS) akan dicetak pada bagian akademik Fakultas. Setiap ketidakcocokan nilai di SIAKAD Terpadu perlu segera diselesaikan melalui bagian akademik Fakultas.

Evaluasi Akhir

Seorang mahasiswa dapat dinyatakan lulus sarjana S1 bila telah memenuhi syarat-syarat berikut :

  • telah menempuh sekurang-kurangnya 144 sks, termasuk di dalamnya semua matakuliah wajib yang dipersyaratkan dan penyelesaian tugas akhir,
  • IP komulatif ≥ 2,0
  • tidak ada nilai E pada 144 sks yang dipersyaratkan,
  • jumlah sks matakuliah dengan nilai D tidak lebih dari 25 % jumlah sks keseluruhan.