UPAYA PENINGKATAN MUTU DAYA SAING IAIN PALU

Palu, - Nahkoda Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah telah berganti setelah melewati proses penjaringan dan uji kelayakan di Kementerian Agama jelang akhir tahun 2017.

Prof Dr H Saggaf S Pettalongi MPd sebagai salah satu kandidat yang ikut dalam kompetisi meraih kursi rektor, berhasil mendapat kepercayaan Kemenag.

Prof Saggaf Pettalongi di berikan amanah oleh Kementerian Agama lewat Menteri Lukman Hakim Saifuddin untuk memimpin perguruan tinggi keagamaan Islam negeri itu di Palu, sampai tahun 2021 terhitung sejak 2017.

Dalam arahannya Menag Lukman Hakim menyatakan pelantikan ini patut disyukuri dan mengharapkan kepada para pejabat yang dilantik dapat menjalani berbagai macam program dan kegiatan dalam rangka melayani kehidupan umat beragama.  

"Pahami dengan baik apa jabatan itu. Ada yang mengangap jabatan itu hadiah dan amanah. Ada juga mengangap jabatan itu adalah berkah. Saya mempresepsikan jabatan itu adalah kepercayaan dari negara dan Tuhan. Saya optimis pejabat yang dilantik hari ini adalah ASN yang sudah mengabdi  belasan tahun hingga puluhan tahun sehingga mengerti apa itu birokrasi. Jaga kepercayaan negara dan kepercayaan yang diberikan Tuhan, “ pesan Menag.

Kepercayaan yang diberikan kepada pakar managemen pendidikan itu, diikutkan dengan sejumlah harapan untuk mengembangkan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.

Tentu, Kementerian Agama berharap IAIN Palu dapat menjadi perguruan tinggi maju, mampu berkompetitif yang didukung dengan tersedianya keunggulan di berbagai aspek.

Saggaf mengusung visi pembangunan dan peningkatan mutu akademik untuk daya saing IAIN Palu. Visi ini akan diterjemahkan kedalam rencana kerja jangka menengah diera kepemimpinannya.

"Pengembangan perguruan tinggi ini akan di fokuskan pada pembangunan mutu, sumber daya manusia civitas akademik dan alumni," ungkap Prof Saggaf Pettalongi MPd saat menyampaikan sepatah kata pada serah terima jabatan rektor IAIN Palu.

Ia menyebut delapan indikator nasional dalam proses pembangunan mutu harus di capai oleh IAIN Palu.

"Ini untuk mengembangkan IAIN Palu, agar berdaya saing dan berkompetisi dengan perguruan tinggi lainnya," katanya.

Prof Saggaf juga menekankan agar seluruh civitas meningkatkan kinerja untuk capaian indikator mutu tridarma perguruan tinggi.

 

UPAYA PENINGKATAN MUTU AKADEMIK

 

Usai dilantik, nahkoda IAIN Palu Prof Dr H Saggaf Pettalongi MPd mulai mengumandangkan visi pembangunan dan peningkatan mutu akademik, yang indikatornya mengacu pada delapan standar nasional. Satu dari delapan standar itu adalah pendidik dan tenaga kependidikan.

Prof Saggaf S Pettalongi mengemukakan salah satu indikator pencapaian mutu, tidak hanya terpenuhinya tenaga pendidik dengan standar pendidikan strata tiga. Melainkan tenaga pendidik strata tiga bisa mencapai gelar akademik tertinggi sebagai guru besar.

"Guru besar adalah simbol mutu dan sebuah perguruan tinggi. Saya tidak pernah melihat kalau seorang mencapai guru besar adalah prestasi perseorangan. Justru saya melihat ini adalah prestasi lembaga," ungkap Prof Dr Saggaf S Pettalongi MPd, di Palu.

Kata Prof Saggaf, kedepan IAIN Palu akan memberi kebijakan dan akselerasi kepada seluruh dosen bergelar doktor khususnya yang berpangkat lektor kepala untuk menjadi guru besar.

Ia menyadari bahwa untuk mencapai hal itu tentu tidak mudah. Karena, salah satu yang harus dipenuhi yaitu karya ilmiah sebagai akademisi harus ditingkatkan.

"Jadi, karya - karya para dosen harus lebih dimaksimalkan," kata Prof Saggaf.

Karena itu, ia meminta Pascasarana IAIN Palu yang dipimpin Prof Dr Syahabuddin MAg dapat menggenjot dan mensinergikan pascasarjana dengan riset - riset yang dilakukan oleh para dosen bergelar.

Penguatan standar kompetensi lulusan menjadi keharusan dalam upaya pembangunan mutu akademik. Karena itu, Prof Saggaf berkeinginan agar bagian akademik harus memiliki standar kompotensi lulusan.

"Standar kompotensi lulusan kita pada setiap program studi, itu belum bisa kita lihat secara nyata," sebutnya.

Karena itu, semua prodi kedepan dibawah naungan dekan disetiap fakultas harus membuat standar capaian kompotensi.

"Semua prodi membuat standar mutu, agar kita dapat mencapai standar mutu yang telah ditetapkan," terangnya.

Penguatan standar mutu pada setiap prodi, jurusan dan fakultas memberikan dampak terhadap upaya meraih predikat A dalam akreditasinya. Hal itu dipandang sebagai salah satu upaya pembangunan mutu yang harus sejalan dengan tersedianya mutu tenaga pendidik.

Tentu pelaksana akademik dibawah kendali Wakil Rektor Bidang Akademik harus bekerja keras untuk mencapai hal itu.

Ia juga berharap peran maksimal dari pegawai struktural Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk meningkatkan mutu akademik perguruan tinggi Islam negeri tersebut.

Seluruh bagian dan subbagian diminta untuk berkoordinasi dan bersinergi lewat program dan fungsi dalam memcapai tata kelola yang baik, untuk mendukung cita - cita capaian peningkatan mutu.

"Tujuan koordinasi untuk menyamakan langkah dan persepsi, untuk memaksimalkan fungsi kita masing - masing," sebut Prof Saggaf.

Ajakan itu disampaikan Prof Saggaf Pettalongi saat menyampaikan arahan pada rapat koordinasi yang dihadiri oleh seluruh pegawai struktural meliputi kepala bagian, kepala subbagian dilingkungan perguruan tinggi itu.

Prof Saggaf Pettalongi mengatakan bahwa seluruh komponen dan unit serta bagian tidak boleh jalan sendiri - sendiri.

Ia berharap agar semua bagian struktural dapat bersinergi antarsatu sama lain lewat program - program kerja dan fungsi masing - masing.

"Hal ini agar tidak jalan sendiri - sendiri. Karena kita ingin menata, memperbaiki tata kelola yang dapat menunjang capaian mutu perguruan tinggi ini," kata Prof Saggaf.

Indonesian