REKTOR : RUSUNAWA MAHAD AL-JAMIAH PESANTRENNYA IAIN PALU

Palu, (Humas IAIN Palu) - Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd, di Kelurahan Tipo, Senin, menyatakan rusunawa mahasiswa yang dikelola oleh Mahad Al-jamiah merupakan pesantren perguruan tinggi tersebut.

"Mahad Al-jamiah adalah pesantrennya perguruan tinggi, pesantrennya IAIN Palu," sebut Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd, di Kelurahan Tipo Kecamatan Ulujadi, Senin.

Saat menyampaikan sambutan pada peresmian gedung rusunawa mahasiswa, Prof Sagaf Pettalongi mengemukakan rusunawa yang di kelola oleh mahad al-jamiah harus dimanfaatkan dengan baik.

Pakar Managemen pendidikan itu menguraikan, rusunawa mahasiswa menjadi salah satu pilar dalam pengembangan sumber daya manusia yang berdampak terhadap peningkatan mutu dan daya saing IAIN Palu.

Karena itu, perlu ada metode dalam upaya peningkatan kualitas, intelektual, keterampilan serta kemapanan emosial dan pengamalan dari setiap materi yang diajarkan kepada mahasiswa.

"Olehnya direktur mahad al-jamiah harus memiliki inovasi dari sisi program dalam pembinaan," ujarnya.

IAIN Palu berencana mewajibkan seluruh mahasiswa baru untuk mengikuti pembinaan dibawah kendali mahad al-jamiah.

Dibawah lembaga itu, mahasiswa baru akan mendapat pemantapan kecakapan berbahasa asing Inggris dan Arab. Kemudian kajian kitab kuning dan pendalam ilmu-ilmu Islam lainnya.

Karena itu, Prof Sagaf mengutarakan keberhasilan dalam pembentukan mahasiswa tingkat perguruan tinggi yang sejalan dengan cita-cita Kementerian Agama, harus ditopang dengan pemantapan di lembaga mahad al-jamiah.

"Sistem pembinaan akan dilakukan setiap dua bulan, mahasiswa akan bergantian masuk nginap di rusunawa. Hal ini karena kapasitas gedung dan kamar tidak mampu menampung, bila mahasiswa baru berjumlah 2.000. Namun, untuk mereka kelas internasional program, akan menginap selamanya," urainya.

IAIN Palu mendapat bantuan dua gedung rusunawa dari pemerintah pusat, yang dibangun pada tahun 2012 dan 2013. Pembangunan dua gedung rusunawa itu dilakukan diatas lahan seluas kurang lebih 6.846 meter persegi.

Indonesian