REKTOR : KAMPUS II IAIN MILIK WARGA SIGI

Sigi, Sulawesi Tengah, - Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, Prof Dr H Saggaf S Pettalongi MPd menyatakan kampus II perguruan tinggi Islam negeri tersebut di Desa Pombewe Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, merupakan milik warga setempat.

"Kampus ini milik masyarakat, bukan milik saya. Saya ini hanya sementara diberi tanggung jawab oleh pemerintah melalui Kementerian Agama. Kampus ini milik masyarakat Sigi umumnya, dan lebih khusus masyarakat Desa Pombewe," ungkap Prof Dr Saggaf S Pettalongi MPd.

Pernyataan itu disampaikan oleh Prof Saggaf S Pettalongi MPd saat hadir dalam acara syukuran selesainya pembangunan dua gedung perkuliahan IAIN Palu, yang digelar oleh warga Desa Pombewe, Sabtu (10/2) malam.

Menurut Prof Saggaf Pettalongi, karena menjadi milik warga, maka warga turut serta dan harus bertanggung jawab atas keberadaan kampus tersebut didesa itu.

"Menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga, memelihara, merawat dari hal-hal yang mengganggu atau mengurangi nama baik kampus ini," sebutnya.

Namun, ia meyakini bahwa masyarakat Desa Pombewe dan Kabupaten Sigi secara umum akan menjaga dan memelihara kampus tersebut, hal dibuktikan dengan tingginya apresiasi dan dukungan warga disekitaran kampus utamanya warga Desa Pombewe terhaap keberadaan kampus itu.

Dia mengutarakan dukungan tersebut menjadi modal bagi IAIN Palu untuk berupaya mempercepat pembangunan dengan menambah gedung IAIN di Sigi, yang nantinya menjadi icon dan kebanggaan masyarakat Sigi.

Ia menjelaskan karena milik warga setempat, maka warga tidak hanya bertanggung jawab untuk menjaga, merawat dari hal-hal negatif. Tetapi juga bertanggung jawab untuk memasukkan anak serta generasi muda di Sigi untuk menimbah ilmu di kampus tersebut.

"Ini milik warga Pombewe secara khusus dan secara umum warga Sigi. Karena itu, warga harus memasukkan anaknya untuk kuliah di IAIN di Sigi," terangnya.

Pakar Managemen Pendidikan ini keberadaan kampus IAIN Palu di Sigi memberikan banyak anfaat kepada masyarakat di daerah tersebut. Salah satunya turut serta membawa nama daerah itu terkenal dan dikenal oleh masyarakat hingga tingkat nasional dan internasional.

Prof Saggaf menjelaskan nantinya penyebutan kampus tersebut yaitu IAIN Datokarama Palu di Sigi. Sementara kampus tersebut yang berada di Kota Palu disebut IAIN di Palu.

"Kampus dua IAIN Palu itu berarti Desa Pombewe masuk didalam. Itu akan terjadi secara otomatis. Itu ditandai dengan alamat surat-menyurat IAIN Palu yang memuat nama desa dan kabupaten tersebut. Tinggal nama jalannya yang perlu dinamai," ujar Prof Saggaf.

lebih lanjut kata Prof Saggaf Pettalongi kehadiran IAIN Palu mengangkat martabat dan wibawa masyarakat dan daerah tersebut, bahkan mengenalkan daerah itu secara luas ditingkat nasional dan internasional.

Indonesian