REKTOR IAIN : BENCANA SIGI, CARA TUHAN MENAIKKAN DERAJAT HAMBANYA

Rektor IAIN Palu Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd didampingi Ketua Dharma Wanita IAIN Palu Dra Hj Andi Dara Dewi MPd menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga korban bencana banjir Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Rabu 1/5.

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd menilai bencana banjir bandang yang menimpa beberapa desa di Kabupaten Sigi, merupakan proses, ujian dari Tuhan untuk hambanya yang ingin naik derajat.

"Ada berbagai macam cara Tuhan untuk menaikkan derajat hambanya. Bencana banjir bandang bisa jadi, menjadi salah satu cara Tuhan untuk mengangkat derajat masyarakat Sigi, khususnya di Dolo Selatan dan Kecamatan Gumbasa," ucap Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd, di Sigi, Rabu.

Prof Sagaf Pettalongi mengemukakan tidak semua hamba atau manusia bisa naik derajat, melainkan hanya orang-orang tertentu, yang bisa naik derajat. Orang-orang tersebut, hanya Tuhan yang lebih mengetahui.

Pernyataan Prof Sagaf Pettalongi, mengutip ayat 186 Surah Al-Imran yang berbunyi "Kamu benar-benar akan diuji pada hartamu dan dirimu". Juga mengutip ayat yang berbunyi 'Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan,(QS. Al-Anbiya: 35).

"Karena itu, apa yang sedang di hadapi oleh sebagian masyarakat di Kecamatan Dolo Selatan dan Gumbasa merupakan ujian, cobaan. Tuhan sayang masyarakat di wilayah tersebut," ujar dia.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tengah itu, juga mengingatkan kepada korban bencana banjir bahwa, tidak boleh rapuh, pasrah. Sebab, di balik kesulitan dan kesusahan, ada kemudahan.

Pernyataan ini sejalan dengan ayat yang berbunyi “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,(QS. Alam Nasyroh ayat 5). Ayat ini, sebut Prof Sagaf Pettalongi di ulangi pada ayat 6 surah tersebut yang berbunyi 'Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”.

Olehnya, kata dia, tidak boleh berlama-lama larut dalam kesedihan bagi masyarakat yang terdampak, harus yakin bahwa di balik kesulitan itu akan ada balasan untuk menaikkan derajat.

"Segala sesuatu adalah milik Tuhan, maka bagi Tuhan mudah untuk ia ambil dan mudah untuk ia gantikan. Karena itu, bersabarlah, terima dengan ihlas apa yang terjadi. Ingat bahwa ada kemudahan di balik kesulitan," sebut dia.

Wakil Rektor Bidang Akademik IAIN Palu Dr Abidin Djafar membagikan makanan siap saji kepada korban bencana sigi di Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Rabu 1/5.

Ia mengajak korban bencana untuk bangkit, kuat tidak boleh berlama-lama larut dalam kesedihan. Korban harus bangkit, semangat menjalani kehidupan ini.

Rektor IAIN Palu Prof Sagaf S Pettalongi MPd bersama Dharma Wanita IAIN Palu memimpin rombongan civitas akademik untuk meninjau dan memberikan bantuan stimulan kepada masyarakat korban terdampak bencana banjir bandang di Dolo Selatan.

Sumber : Bagian Humas IAIN Palu (Muhdar Ibrahim dan Muhammad Hajiji)

Indonesian