Rektor : Alumni IAIN Palu Dibekali Empat Kecerdasan

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, Prof. Dr. H Sagaf S Pettalongi, M.Pd menyatakan sarjana dan magister dari perguruan tinggi tersebut dibekali dengan empat kecerdasan.

"Sebagai lulusan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, saudara-saudara telah dibekali pengetahuan dan keterampilan serta bekal hidup yang memadai. Dengan empat kecerdasan," ucap beliau dalam acara wisuda sarjana dan pascasarjana IAIN Palu, di Palu, Rabu.

Empat kercadasan itu ialah, kecerdasan spiritual, intelektual, sosial, dan emosional. Dengan empat kecerdasan itu, Prof. Sagaf Pettalongi meyakini bahwa para alumni, dapat segera mengintegrasikan diri dengan lingkungan, memanfaatkan dan menciptakan kesempatan, serta mampu berkompetisi secara sehat dan sportif.

"Semoga sarjana-sarjana baru tersebut dapat berbuat yang terbaik untuk diri dan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara maupun agama," kata Wakil Ketua MUI Sulawesi Tengah itu.

Guru Besar Bidang Managemen Pendidikan itu mengingatkan bahwa alumni IAIN memiliki tanggung jawab moral yang jauh lebih besar dibanding alumni perguruan tinggi umum lainnya. Hal itu karena identitas “Islam” yang melekat pada lembaga ini ibarat kertas putih yang bersih, sehingga noda sekecil apapun yang tergores di atasnya akan terlihat dengan jelas oleh masyarakat. Kesucian gelar yang diraih dengan pengorbanan yang besar, tak boleh dinodai dengan perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai Islami.

"Sebagai bagian dari keluarga besar IAIN Palu, para wisudawan-wisudawati, diharapkan mampu memberikan sumbangsih positif bagi pengembangan lembaga ini di masa-masa mendatang. Saudara-saudara akan menjadi salah satu media penghubung antara IAIN Palu dengan masyarakat, yang nantinya dapat memberikan ide-ide berharga bagi pengembangan lembaga ini sesuai dengan dinamika perkembangan sosial masyarakat.

IAIN Palu hari ini, Rabu (31/7) mewisuda 193 sarjana dan magister, dengan rincian pascasarjana 7 orang, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) 118 orang, Fakultas Syariah 14 orang dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 40 orang, serta Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah 14 orang.

Indonesian