RATUSAN MAHASISWA IAIN PALU IKUTI KULIAH UMUM SEMESTER GENAP

Palu, 5/3 Ratusan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu antusias mengikuti kuliah umum semester genap tahun akademik 2018/2019, di kampus tersebut, Selasa.

"kuliah umum dapat di artikan sebagai tanda di mulainya perkuliahan," ucap Rektor IAIN Palu Prof Dr H Sagaf S Pettalongi saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka kuliah umum itu.

Narasumber kuliah umum semester genap itu dari internal IAIN Palu Dr Erniati membahas tentang penilaian berbasis Higher Order Thinking Skills/HOTS atau keterampilan berpikir tingkat tinggi di perguruan tinggi.

Gedung Aula IAIN Palu tempat berlangsungnya kuliah umum, tidak dapat menampung sebagian mahasiswa yang ingin mengikuti kuliah umum itu.

Karena itu, ratusan mahasiswa lainnya hanya berada di depan pintu masuk Aula, serta di luar gedung mendengar sambutan Rektor Sagaf S Pettalongi dan pemaparan materi oleh narasumber kuliah umum.

Civitas akademika IAIN Palu telah bersepakat bahwa narasumber kuliah umum untuk semester genap dari internal kampus dan semester ganjil dari eksternal kampus.

Prof Sagaf Pettalongi MPd menyebut bahwa kuliah umum merupakan salah satu tradisi akademik terus dilaksanakan secara berkesinambungan dengan salah satu tujuan untuk peningkatan sumber daya manusia.

"Untuk semester genap, kita berdayakan dosen-dosen kita di internal IAIN Palu untuk menjadi narasumber kuliah umum," ujar Prof Sagaf Pettalongi.

IAIN Palu mengutamakan dosen-dosen yang baru saja menyelesaikan starata tiga atau dosen-dosen yang baru menyelesaikan hasil penelitian untuk meraih gelar professor.

"Iya, mereka-mereka yang baru selsai itu masih segar-segar ingatan mereka serta bersemangat untuk memaparkan hasil penelitian," sebut Sagaf Pettalongi.

Karena itu, sebut dia, momentum kuliah umum dapat menjadi ajang silaturahim antardosen, dosen dan pegawai serta dosen dan mahasiswa.

Terkait gedung yang hanya berkapasitas menampung 250 orang, Prof Sagaf Pettalongi meminta kepada semua pihak untuk memaklumi kondisi itu. Hal itu karena Auditorium IAIN Palu yang dapat menampung 3.000 orang rusak terdampak tsunami 28 September 2018.

Ia menyebut bahwa IAIN Palu sedang bertransformasi pascabencana tsunami yaitu bangunan gedung dan lokasi yang terdampak sedang di lakukan pembenahan.*

 

Sumber : Bagian Humas IAIN Palu (Muhdar Ibrahim dan Muhammad Hajiji)

Indonesian