PERPUSTAKAAN JADI JANTUNG PENGEMBANGAN MUTU IAIN

Palu, 25/7 (Humas IAIN Palu) - Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Abubakri mengemukakan perpustakaan yang di pimpinnya menjadi jantung dari pengembangan mutu Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah.

"Perpusatakaan menjadi salah satu unit terpenting dalam penilaian perguruan maju atau tidak-nya perguruan tinggi, serta kualitas perguruan tinggi," ucap Abubakri, di Palu, terkait pengembangan Perpustakaan IAIN Palu, Rabu.

Ia merincikan, saat ini perpustakaan IAIN Palu menampung kurang lebih 13.654 karya ilmiah termasuk buku, yang di gandakan (copies) menjadi 28.555.

Karya ilmiah itu meliputi buku sebanyak 8691, skripsi 3920, jurnal 486, majalah 317, tesis 132, modul 40, buletin 30, desertasi 13, katalog 8, jurnal pascasarjana 3, CD/DVD skripsi 3, lainnya 1, surat kabar 1.

 

Dia menguraikan, buku yang tersedia di perpustakaan IAIN Palu meliputi antara lain, pendidikan, fiqih, kesejahteraan rumah tangga, tarbiyah, pendidikan Islan dan dakwah, hadits, alquran, ilmu hukum, pengetahuan umum, sejarah dan biografi Islam, sosial dan budaya Islam, psikologi, Islam, Bahasa Arab, akhalak dan tasawuf, sosiologi dan budaya, manajemen, ekonomi, agama, filsafat, ilmu sosial dan politik, ushuluddin, bahasa, tafsir alquran, syariah, ilmu komunikasi, ilmu-ilmu sosial.

Namun demikian, sebut dia, perpustakaan IAIN Palu belum menerapkan sistem modern atau sistem yang secanggih perpustakaan lain yang ada di perguruan tinggi maju di luar negeri.

Idealnya, kata dia, perpustakaan di perguruan tinggi harus memiliki ratusan ribu karya ilmih dan buku berbagai judul sebagai referensi.

"Memang belum modern. Perpustakaan IAIN dalam pelayanannya sebahagiannya masih menggunakan manual. Tetapi, upaya untuk menuju ke modernisasi harus di tanamkan fondasi sejak sekarang," ujar Abu Bakri.

Dia mengutarakan setiap tahun pihaknya berupaya melakukan penambahan ratusan judul buku, untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa yang sejalan kebutuhan zaman. Buku-buku tersebut juga sejalan dengan mata kuliah yang di ajarkan di setiap program studi.

Terdapat beberapa faktor, akui dia, yang menjadi kendala dalam pengembangan dan penatakelolaan perpustakaan IAIN Palu yaitu, minimnya sumber daya manusia dibidang administrasi, IT dan kepustakaan.

Karena itu, kata dia, masalah diminimalisir dengan membangun kerjasama dengan Perpustakaan Daerah Sulawesi Tengah, Perpustakaan Universitas Tadulako dan Perpustakaan STIE Panca Bhakti.

"Atas kerjasama ini, maka antarperpustakaan dalam hal koleksi buku bisa saling tukar menukar. Serta memudahkan IAIN Palu untuk pengadaan buku serta penambahan tenaga untuk pengembangan mutu pustakawan," kata Abu Bakri.

Pihaknya juga membangun kerjasama dengan Bank Indonesia Sulteng untuk penambahan referensi/literatur menyangkut pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tengah.

"Dengan ketersediaan berbagai literatur ini, maka setiap mahasiswa dapat meminjam 3 buku dengan jangka waktu sepekan," ujar dia.

Lebih lanjut di mengemukakan setiap hari kerja Perpustakaan IAIN Palu dikunjungi kurang lebih 100 mahasiswa dari berbagai fakuktas.

Indonesian