KEMENAG MINTA PANITIA TINGKATKAN PROMOSI AICIS-XVIII

Jogyakarta, 20/4 (HUMASIAIN) - Kementerian Agama meminta panitia pelaksana untuk tingkatkan promosi Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) XVIII, di Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang diselenggarakan pada 17 - 21 September 2018.

"Pengamatan saya, AICIS ini dikenal di kalangan kita, dikalangan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri saja. Padahal ini kegiatan besar," ungkap Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama Kamaruddin Amin, di Jogyakarta.

Kamaruddin Amin menyatakan perlu ada inovasi-inovasi panitia, sehingga AICIS harus lebih di promosikan kepada masyarakat luas. Tidak hanya terbatas pada komponen PTKIN.

Ia mengakui bahwa sejauh ini AICIS yang merupakan salah satu kegiatan berskala nasional dan internasional di Kementerian Agama, belum membuming di masyarakat di skala Indonesia dan internasional.

Dia meyakini bahwa AICIS menjadi salah satu kegiatan besar di Indonesia. Namun, kegiatan ini belum di kelola secara proporsional dalam bidang promosi, publikasi.

"AICIS ini melibatkan ratusan guru besar, ahli dan pakar, tokoh-tokoh yang tidak hanya dari Indonesia, tapi juga dari luar negeri. Namun belum terkelola secara proporsional dalam bidang promosi," ujarnya.

Kamaruddin Amin mengaku setuju dengan rencana panitia AICIS XVIII menghadirkan Presiden Jokowi untuk membuka kegiatan skala nasional dan internasional tersebut, di Kota Palu pada 17 - 21 September 2018.

Karena itu, kata dia, pihaknya akan melakukan follow-up atas rencana panitia dan tuan rumah penyelenggara AICIS XVIII, agar Jokowi dapat hadir di Kota Palu.

Presiden Jokowi direncanakan dihadirkan untuk menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi AICIS XVIII tahun 2018, pada tanggal 18 September 2018.

Ia berharap agar rencana untuk menghadirkan Presiden Jokowi di AICIS XVIII dapat terwujud. Olehnya, pihaknya bersama panitia akan berupaya untuk menghadirkan serta menyiapkan kegiatan/agenda untuk Jokowi selain membuka AICIS.

"Bisa dirangkaikan dengan acara yang lain, biasanya kalau ke daerah beliau suka menyerahkan Kartu Indonesia Pintar. Nah ini nanti disiapkan," kata Kamaruddin Amin.

Dia menyarankan kepada panitia dan steering commite agar AICIS dapat menghadirkan pakar, tokoh dan ahli dari berbagai negara yang dapat merepresentasikan studi Islam.

"Setidaknya menurut saya ada empat central studi Islam di dunia ini. Misalkan timur tengah, Iran, Eropa dan Amerika, serta Pakistan dan India," ungkap Kamaruddin.

 

Indonesian