KEMENAG LAKSANAKAN PEDULI MUTU TINGKATKAN KUALITAS IAIN PALU PASCABENCANA

Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama Prof Dr H Arskal Salim menyampaikan arahan pada kegiatan peduli mutu IAIN Palu pascabencana, di Palu, Selasa.

Palu, 29/1 - Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) melaksanakan kegiatan peduli mutu IAIN Palu, Sulawesi Tengah, untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi tersebut pascabencana gempa dan tsunami memporak-porandakan kampus itu.

"Ini adalah bentuk kepedulian dari semua PTKIN di Indonesia dan Kementerian Agama untuk mengembangkan mutu, kualitas dan daya saing IAIN Palu," ucap Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama Prof Dr H Arskal Salim, di Palu, Selasa.

Kementerian Agama RI melibatkan seluruh lembaga penjaminan mutu yang tergabung dalam forum penjaminan mutu, untuk membahas tentang peningkatan mutu IAIN Palu pascabencana gempa dan tsunami.

Arskal Salim  menilai, kegiatan tersebut merupakan suatu motivasi bagi IAIN Palu agar bangkit pascabencana, merancang kembali kualitas dan mutu akademik.

Hal itu, menurut dia, tidak sebatas hanya motivasi belaka. Melainkan dapat menjadi langkah awal IAIN Palu pascabencana untuk meraih cita-cita, termasuk menuju peralihan status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).

Arskal Salim menyebut Kementerian Agama telah menuntas agenda pembangunan pada tahun 2014 hingga 2019. Kini, Kementerian Agama melalui diktis tengah menyusun rencana program pembangunan jangka menengah nasional tahun 2020 - 2024.

Ia mengatakan dalam rencana pembangunan jangka menengah itu, pendidikan Islam menjadi central/ fokus utama dalam pembangunan oleh Kemenag melalui Diktis.

Peningkatan dan pemaksimalan pendidikan Islam itu, didalamnya termasuk menjawab tantangan yang dihadapi terkait toleransi beragama di tanah air.

"Nah, tentu pendidikan agama, pendidikan Islam harus lebih di fokuskan pada kualitas. Jadi, tidak lagi pada pembukaan akses," sebut dia.

Terkait program itu, sebut dia, bagi PTKIN tentu menindak lanjutinya lewat kegiatan civitas akademik yang berstandar pada pedoman penyelanggaraan mutu disetiap akademik. Hal itu juga sekaligus berujung pada akreditasi setiap PTKIN.

"Kemenag telah berkomitmen bahwa kualitas pendidikan Islam nantinya tidak bisa lagi di tawar-tawar. Ini harus menjadi perhatian semua PTKIN," sebut Arskal.

Lebih dia mengatakan bahwa Diktis kedepan akan mulai menghitung yang mampu meningkatkan predikat akreditasi program studi setiap smester.

Kepala Subdit Kelembagaan dan Kerjasama Agus Sholeh menambahkan, semua LPM (Lembaga Penjaminan Mutu) PTKIN telah menyatakan komitmennya untuk mendukung pemulihan kampus IAIN Palu.

"Forum Penjaminan Mutu PTKIN yang dimotori para Ketua LPM/PPM PTKIN telah menunjukkan kepeduliannya dan siap mendukung IAIN Palu pulih seperti semula. Mereka akan berbagi tugas dan pengalaman sehingga IAIN Palu dapat segera pulih dan kembali dalam pentas nasional," katanya.

Ia menambahkan, IAIN Palu termasuk kampus yang kreatif dan inovatif. Suasananya kondusif dan dukungan dari Pemerintah Daerah juga positif. Hal ini ditunjukkan berbagai aktivitas nasional pernah dilaksanakan di Palu.

Rektor IAIN Palu Prof Sagaf S Pettalongi MPd mengemukakan, pascabencana seluruh dokumen IAIN Palu hilang tersapu tsunami pada tanggal 28 September 2018.

Dokumen itu termasuk, dokumen pedoman penyusunan mutu sebagai bagian terpenting dalam meningkatkan kualitas akademik IAIN Palu.

Kegiatan peduli mutu IAIN Palu oleh forum penjaminan mutu diikuti kurang lebih 50 peserta yang berasal dari seluruh PTKIN di Indonesia. Kegiatan itu berlangsung mulai 29 - 30 Januari 2019, di Palu.

Kegiatan itu akan menghasilkan dokumen pedoman penyusunan mutu akademik IAIN Palu, disertai dengan implementasi penyusunan standar mutu.**

Indonesian