IAIN tingkatkan kemampuan mahasiswa menulis karya ilmiah

Palu, 7/4 - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, mengasah kemampuan mahasiswa untuk menulis karya ilmiah hasil penelitian kualitatif dan kuantitatif dalam bentuk skripsi atau lainnya, yang dapat di masukkan dalam jurnal perguruan tinggi tersebut atau jurnal nasional. "Iya, model-model penulisan karya ilmiah penting untuk di pelajari dan di ketahui oleh mahasiswa IAIN Palu. Ini sebagai bekal mereka," ucap Sekretaris UPT Pusat Pengembangan Bahasa IAIN Palu, Muh Tamrin Pettawali,  MPd, Minggu.


Tamrin mengemukakan upaya mengasah kemampuan dan keterampilan menulis itu di lakukan melalui kegiatan pelatihan bertajuk 'academic writing clinic' dengan tema Small Changes, Big Impact melibatkan 40 mahasiswa dari empat fakultas, di Aula IAIN Palu, 6 - 7 April 2019.Kegiatan itu melibatkan dua narasumber yakni Dr Nurdin, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ekonomi Bisnis Islam, dan Dr Ahmad Syahid Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Pascasarjana IAIN Palu. Tamrin mengemukakan, kegiatan itu di maksudkan untuk memberikan pengetahuan dan tahapan dalam penulisan karya ilmiah bagi mahasiswa IAIN Palu, sekaligus menjadi motivasi dan bekal dalam menulis sebuah karya ilmiah. Juga sebagai  persyaratan untuk lulus program strata satu (S1).


Terkait hal itu Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Keuangan dan Perencanaan IAIN Palu Dr Kamaruddin mengemukakan, pembimbingan, pelatihan penulisan karya ilmiah penting di lakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia."Kita menginginkan agar mahasiswa mampu menulis, menghasilkan sutau karya ilmiah yang kualitasnya baik dari aspek penulisan dan aspek lainnya dapat di terima di jurnal-jurnal lembaga," sebut Kamaruddin.


Ia menyebut bahwa peningkatan sumber daya manusia dan keterampilan menulis menjadi salah satu upaya sekaligus fokus IAIN Palu seiring pengembangan mutu dan daya saing civitas akademik."Apa yang di lakukan, merupakan fokus yang sejalan dengan visi IAIN Palu yakni meningkatkan mutu civitas akademik dan daya saing. Karena itu, semua program dan rencana kerja harus berorientasi pada pengembangan mutu," kata dia.IAIN Palu menjadi salah satu komponen yang paling terdampak saat bencana gempa dan tsunami menerjang Kota Palu pada Jumat 28 September 2018 petang.


Peristiwa itu memberikan pengaruh yang besar terhadap komponen civitas akademik IAIN Palu, dalam upaya melejitkan pembangunan peradaban manusia di Sulawesi Tengah lewat peran dan fungsi perguruan tinggi.Infastruktur dan sarana prasarana penunjang kegiatan akademik porak-poranda di hantam oleh tsunami. setengah dari wilayah kampus itu rusak parah, hingga saat ini, bekas tsunami masih terlihat di IAIN Palu. Karena itu, Wakil Rektor Bidang Akademik IAIN Palu Dr Abidin Djafar menyatakan pembangunan peradaban manusia, mencerdaskan kehidupan bangsa lewat pemaksimalan fungsi perguruan tinggi harus di bangkitkan kembali.


"Kita harus bercermin dari peristiwa yang menimpa Negara Jepang. Meski mereka sempat porak-poranda, namun saat ini Jepang menjadi salah satu negara termaju di dunia," sebut Abidin Djafar. Atas hal itu, gempa dan tsunami, sebut Abidin Djafar, jangan di jadikan sebagai alasan untuk tidak melakukan inovasi dan kreasi seiring upaya meningkatkan kualitas dan keterampilan mahasiswa."Apa yang di lakukan saat ini lewat pelatihan menulis karya ilmiah, menandakan bahwa IAIN Palu komitmen terhadap pembangunan sumber daya manusia, walaupun semangat itu di lakukan secara perlahan-lahan," kata dia.*

Indonesian