IAIN Palu fasilitasi pertemuan ribuan kader pramuka rawat kebhinekaan

Sigi, Sulawesi Tengah, 8/4  - Ribuan kader pramuka dari berbagai gugus depan yang berasal dari kabupaten/kota di Sulawesi Tengah, sepakat mengamalkan pancasila dan merawat kebhinekaan."Kebersamaan dalam keberagaman,  Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, menjadi komitmen bersama seluruh kader pramuka," ucap kader pramuka sekaligus pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Racana Karamatul Husna/pramuka IAIN Palu, Taufik Lasenggo, di Sigi, Senin.Kesepakatan itu mengemuka dalam Kemah Temu X Penggalang dan Penegak Tahun 2019, yang di laksanakan oleh Racana Karamatul Husna, di ikuti ribuan peserta dari 50 gudep, se-Sulawesi Tengah, berlangsung di Bukit Perkemahan Paneki Desa Pombewe Kecamatan Biromaru, Sigi.


Taufik Lasenggo mengemukakan bahwa, komitmen terhadap Pancasila oleh kader-kader pramuka tidak perlu di ragukan dan di pertanyakan."Kacu yang di gunakan, di pakai oleh seluruh kader pramuka, merupakan simbol bahwa NKRI harga mati bagi pramuka," tegas Taufik Lasenggo.Dia menyebut bahwa kepengurusan mengenai pramuka mulai dari tingkat nasional hingga daerah, merupakan cerminan bahwa pramuka solid, menjunjung tinggi pancasila dan keberagaman. Karena itu, Dosen Pemikiran Politik Islam itu menyebut bahwa Kemah Temu X,merupakan wadah pembinaan untuk pemaksimalan peningkatan pemahaman terhadap pancasila dan kebhinekaan.


"Pertemuaan yang di gagas dalam bentuk kemah, ini menjadi satu model pembinaan, untuk memantapkan ideologi negara kepada generasi muda, kader pramuka," kata Taufik.Terkait hal itu Kepala Bagian Akademik IAIN Palu H Abd Wahab menyatakan bahwa Kemah Temu X menggambarkan komitmen IAIN Palu terhadap persatuan dan kesatuan bangsa. Ia memandang bahwa nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan perlu di mantapkan oleh seluruh pihak termasuk IAIN Palu, terhadap masyarakat dan generasi muda. "Kemah Temu tidak hanya menjadi ajang untuk sosialisasi IAIN Palu, tetapi lebih dari itu. Kemah Temu ini adalah proses pembelajaran non-formal mengenai nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan yang tidak terlepas dari pengamalan Pancasila dan kebhinekaan," sebut Wahab.


Pembinaan itu, lanjut Wahab, di lakukan dalam beberapa model dalam Kemah Temu itu, salah satu-nya yakni dalam bentuk lomba.Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Hidayat Lamakarate sekaligus Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sulteng memberi apresiasi pada kegiatan kemah temu Pramuka Penggalang dan  Penegak Tahun 2019, yang di laksanakan oleh UKM Racana Karamatul Husna IAIN Palu. "Kegiatan hari ini, mengingatkan kita akan jayanya Pramuka di masa – masa lalu," kata Hidayat Lamakarate.


Hidayat mengemukakan sejak kepemimpinan-nya sebagai Ketua Kwarda Sulteng, Pramuka kembali aktif terbukti sudah banyak kegiatan yang telah dilaksanakan baik di Tingkat Kwartir Daerah maupun di Tingkat Kwartir Cabang yang melibatkan Gugus Depan."Saya melihat di Tahun 2019, Pramuka di Sulawesi Tengah menunjukkan kebangkitannya kembali," sebut dia.Menurutnya, sebagai seorang Pramuka sejatinya menjunjung tinggi asas – asas yang terkandung dalam Dasa Darma Pramuka dan Trisatya Pramuka, karena itu merupakan kode kehormatan."kakak dulu pernah Pramuka, dan sampai hari ini semangat Dasa Darma dan Trisayta Pramuka masih membara di hati," ujar dia.*

Indonesian