IAIN PALU DIPANDANG PERLU TERIMA PENDAFTAR NON-MUSLIM

Oleh Muhammad Hajiji

Palu, - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah dipandang perlu untuk menerima pendaftar siswa - siswi alumni SLTA dari kalangan non-muslim.

Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Palu Dr Lukman S Thahir mengemukakan perguruan tinggi Islam negeri itu berhadapan dengan independensi sosial, budaya dan keagamaan.

"Karena itu IAIN harus terbuka dan harus siap menerima menghadapi tantangan kehidupan di era modern saat ini, dimana pemeluk agama lain ingin mengetahui tentang Islam," ungkap Dr H Lukman S Thahir, di Palu, Kamis.

Kata Lukman, menerima alumni SLTA sederajat dari kalangan non-muslim, tidak menjadi masalah, sehingga tidak perlu untuk di permasalahkan.

Karena hal itu dapat meningkatkan citra  Islam dalam kehidupan keberagamaan. Bahkan, hal itu menunjang Sulawesi Tengah sebagai laboratorium kebangsaan, yang didalamnya terdiri dari bermacam macam agama, suka dan ras, sehingga berdampak terhadap kerukunan dan perdamaian.

"Islam itu adalah rahmatan lil alaamiin. Artinya bukan sumber radikalisme. Karena itu, perlu untuk di ketahui oleh masyarakat lewat peran IAIN. Rencana IAIN Palu menerima pendaftar non-muslim untuk menunjang kerukunan, perdamaian dan ketentraman di Sulteng," sebutnya.

Ia mengaku bahwa menerima pendaftar non-muslim, menjadi tantangn baru bagi IAIN terutama prodi-prodi yang berkaitan dengan pengembangan masyarakat Islam.

Namun demikian, IAIN harus tetap pada perannya dan fungsinya salah satunya yakni

merawat kebhinekaan serta toleransi antarumat beragama.

Hal ini dipandang sejalan dengan upaya Kementerian Agama yang meminta PTKIN untuk mengenalkan moderasi Islam Indonesia. Sebab, Kemenag menginginkan PTKIN harus bisa mengembangkan, merawat, dan menjaga Islam moderat dengan baik.

"Rencana menerima pendaftar non-muslim berawal dari dua PNS di salah satu instansi pemerintahan lingkup Sulteng, yang ingin kuliah di jurusan pengembangan masyarakat Islam pada fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN," ujarnya.

Adanya keinginan dua PNS non-muslim untuk menimbah ilmu di IAIN, dikarenakan adanya kerjasama antara Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah dengan salah satu OPD terkait pengembangan sosial keagamaan yang singkrong dengan jurusan pengembangan masyarajat Islam.

Lebih lanjut dia menguraikan, beberapa perguruan tinggi keagamaan Islam negeri di Indonesia yang lebih dahulu telah menerima pendaftar non-muslim, menandakan bahwa IAIN Palu dapat melakukan hal yang sama.

Apalagi, urai dia IAIN Palu merupakan perguruan tinggi milik negara, sehingga seluruh komponen masyarakat berhak untuk menuntut ilmu di perguruan tinggi itu.

Indonesian