IAIN MULAI SUSUN LAPORAN KONFERENSI INTERNASIONAL

Palu, 27/9 (Humas IAIN Palu) - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, mulai menyusun laporan keuangan kegiatan konferensi internasional bertajuk "Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke 18.

"Anggaran  AICIS sekitar Rp 4 miliar yang digunakan untuk segala kebutuhan pelaksanaan," ucap Rektor IAIN Palu Prof Sagaf Pettalongi MPd, dalam rapat evaluasi penyusunan laporan AICIS.

kementerian Agama RI mengalokasikan anggaran AICIS senilai Rp5 miliar, yang dalam penggunaannya terbagi dua. Pertama panitia pusat mengelola kurang lebih Rp1 miliar dan IAIN Palu sebagai panitia lokal kurang lebih Rp4 miliar.

AICIS merupakan pertemuan para sarjana muslim dunia. Pertemuan itu berlangsung di IAIN Palu selama tiga hari sejak tanggal 17 - 19 September 2018, dengan tema "Islam in a globalizing word (text, knowledge anda practice)".

Prof Sagaf Pettalongi menekankan kepada panitia untuk segera menyusun laporan pelaksanaan kegiatan AICIS.

"Panitia mengangkat motto sukses promosi, pelaksanaan dan sukses pelaporan. Karena itu, pelaporan harus segera di siapkan," ujar Sagaf Pettalongi.

Menurut Prof Sagaf Pettalongi AICIS ke 18 terbilang sukses dari sisi penyelenggaraan, meliputi beberapa aspek antara lain transportasi yaitu menjemput dan mengantar tamu dan peserta. Kemudian, sukses dalam menjamu tamu dan peserta. Termasuk sukses dalam pelaksanaan diskusi.

Ia juga menyebut bahwa dari aspek promosi, panitia dan IAIN Palu sukses dalam mempublikasikan AICIS dengan menggunakan segala instrumen media.

"AICIS sukses menurut versi kita. Begitu pula dengan tanggapan para rektor PTKIN di forum rektor menyebut AICIS sukses dilaksanakan. Apalagi dibidang transportasi banyak yang memberikan apresiasi kinerja," sebut Sagaf Pettalongi.

IAIN Palu selaku tuan rumah penyelengga mulai menyusun laporan pelaksanaan kegiatan. Setiap bidang penanggung jawab diminta untuk menyusun laporan keuangan.

AICIS dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin pada tanggal 18 September 2018 di salah satu hotel di Palu, dan ditutup oleh Rektor IAIN Palu Prof Sagaf Pettalongi MPd pada Rabu 19 September.

AICIS kali ini merupakan forum akademisi perguruan tinggi keagamaan Islam negeri serta melibatkan akademisi luar negeri yang fokus membahas tentang radikalisme.

AICIS hasilkan lima poin rekomendasi. Pertama, terdapat kebutuhan untuk meninjau beberapa perspektif lama dalam studi Islam dan masyarakatnya.

Kedua, perspektif terbaru studi Islam perlu menilik kembali akar sejarahnya dalam membangun model Islam moderat sebagaimana yang ada di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara.

Ketiga, sikap intoleransi saat ini terwujud dalam berbagai bentuk yang dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor ideologis maupun instrumen lain yang semuanya memerlukan respon dan strategi lanjutan sehingga diperlukan koeksistensi untuk membangun toleransi dan perdamaian melalui berbagai program dan aksi yang relevan.

Keempat, pemahaman yang signifikan tentang radikalisme di kalangan muda akan melahirkan kemungkinan strategi dan jalan keluar yang terpadu serta langkah-langkah yang komprehensif untuk memutus rantai radikalisme dan terorisme.

Kelima, langkah-langkah dalam bidang ekonomi, budaya, dan pendekatan sosial harus segera diambil untuk mengikis pengaruh radikalisme dan terorisme selain pendekatan ideologi dan deradikalisasi.

Indonesian