IAIN maksimalkan prodi IPA-Matematika sebagai keunggulan mutu akademik

Rektor IAIN Palu Prof Dr KH Sagaf S Pettalongi MPd menyampaikan sambutan pada kegiatan FTIK workshop menyusun kurikulum level Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) program studi IPA dan Matematika, melibatkan 32 peserta yang berasal dari internal sebanyak 18 orang dan internal 14 orang, berlangsung di Palu, Sabtu.

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, berupaya memaksimalkan peran program studi tadris Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika yang menempel di Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan (FTIK) dalam penunjang kualitas mahasiswa di ilmu umum, yang dapat menjadi keunggulan akademik perguruan tinggi tersebut.

Upaya itu di lakukan oleh FTIK IAIN Palu diawali dengan workshop menyusun kurikulum level Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) program studi IPA dan Matematika, melibatkan 32 peserta yang berasal dari internal sebanyak 18 orang dan internal 14 orang, berlangsung di Palu.

"Dua prodi ini nantinya menjadi harapan kami agar menjadi keunggulan sekaligus kebanggaan IAIN Palu utamanya bagi Fakultas Tarbiyah," ucap Dekan FTIK, Dr Muhammad Idhan, dalam sambutannya di workshop tersebut, Sabtu.

Kata Idhan, dua program tersebut, terlepas sebagai kebanggaan dan keunggulan IAIN Palu, kedepan juga akan menjadi penunjang peningkatan mahasiswa baru.

Sebelumnya, sebut dia, FTIK memiliki program studi Pendidikan Agama Islam, yang peminatnya dalam setiap tahun mencapai kurang lebih 300-500 orang.

Jumlah peminat terhadap FTIK semakin bertambah saat fakultas tersebut memiliki peogram studi tadris Bahasa Inggiris. Adanya prodi itu, jumlah peminat terhadap FTIK dalam penerinaan mahasiswa baru/tahun rata-rata 700 orang.

Kegiatan FTIK workshop menyusun kurikulum level Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) program studi IPA dan Matematika, melibatkan 32 peserta yang berasal dari internal sebanyak 18 orang dan internal 14 orang, berlangsung di Palu, Sabtu.

"Kita berharap progran studi ini mendapat peminat yang banyak dari masyarakat, sehingga masyarakat bersedia untuk memilih IAIN Palu dalam menempuh jenjang pendidikan perguruan tinggi," sebutnya.

Ia berharap agar workshop dalam menghasilkan suatu kerangka acuan yang di dijadikan pedoman dalam pemaksimalan dua progran studi tersebut.

Workshop ini bisa memberikan rumusan kurikulum, pengayaan, memberikan masukan terkait kerangka kurikulum dua prodi itu," sebut Idhan.

Ia menambahkan agar workshop dapat menyusun kerangka dengan memadukan keagamaan Islam dengan IPA dan Matematika.

Terkait hal itu, Rektor IAIN Palu Prof Dr KH Sagaf Pettalongi MPd mengemukakan pengembangan prodi atau jurusan telah melalui kajian kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat, serta kebutuhan perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan.

Prof KH Sagaf juga menyebut bahwa dalam pengembangan program studi khususnya di perguruan tinggi keagamaan Islam negeri, tidak meninggalkan ciri khas yaitu integrasi keilmuan antara ilmu dengan ilmu agama.

"Integrasi keilmuan, semua program studi harus terintegrasi dengan ilmu-ilmu agama," sebut Wakil Ketua Umum MUI Sulawesi Tengah.

Namun, kata dia, pengembangan itu dapat berhasil di lakukan, bila di ikutkan dengan kebijakan untuk penguatan penguatan administrasi.

Sumber : Bagian Humas IAIN Palu

Indonesian