IAIN BENAHI SARANA TUNJANG PENINGKATAN MUTU AKADEMIK

Palu, 27/9 (Humas IAIN Palu) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, terus melakukan pembenahan sarana prasarana dan insfastruktur akademik untuk menunjang capaian visi peningkatan mutu.

"Kita akan terus melakukan pembenahan dan peningkatan sarana dan prasarana termasuk infastruktur secara perlahan-lahan," ucap Rektor IAIN Palu Prof Dr H Sagaf S Pettalongi, dalam rapat evaluasi dan penyusunan laporan AICIS ke 18.

Saat ini, kata Prof Sagaf Pettalongi pembenahan yang telah dilakukan meliputi gedung Rektorat IAIN Palu, taman, jalan lingkungan rektorat dan auditorium.

Kedepan, sebut dia, beberapa ruang perkuliahan dan gedung fakultas termasuk perpustakaan akan dilakukan pembenahan secara perlahan.

Guru Besar Managemen Pendidikan itu mengemukakan IAIN Palu juga menyediakan kelas internasional yang representatif untuk proses belajar dan mengajar.

"Ruangan kelas internasional dilengkapi dengan berbagai sarana termasuk pendingin ruangan, agar peserta atau mahasiswa lebih nyaman sehingga proses belajar mengajar berjalan dengan baik," ujar dia.

IAIN Palu, juga menyiapkan hunian/tempat tinggal bagi mahasiswa ekonomi menengah ke bawah (kurang mampu), sebagai bentuk keringanan untuk pemerataan pelayanan pendidikan tingkat perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.

"Iya, salah satu komponen mahasiswa yang dapat menempati rusunawa yaitu, mahasiswa dari keluarga ekonomi menengah ke bawah. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat mengenyam pendidikan tingkat perguruan tinggi," kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Palu Dr Abidin Djafar, terkait bantuan IAIN terhadap mahasiswa.

Abidin menguraikan IAIN Palu memiliki rusunawa yang terdiri dari dua gedung berlantai tiga di Kelurahan Tipo. Gedung itu dapat menampung ratusan mahasiswa perguruan tinggi tersebut.

Ia menjelaskan terdapat tiga komponen yang layak menempati rusunawa tersebut, pertama mahasiswa yang masuk dalam program kelas internasional (international class).

"Untuk mahasiswa international kelas, kuota yang tersedia berjumlah 40 orang. IAIN memiliki dua kelas dengan jurusan yang berbeda, karena itu setiap kelas diisi 20 mahasiswa," urai Abidin.

Ia mengemukakan, mahasiswa kelas internasional ini bebas dari pembayaran SPP/UKT, difasilitasi tempat tinggal dan makanan selama 8 semester. Mereka akan menjalani pemondokkan setelah jam kuliah, selama 8 semester tersebut.

"IAIN akan melibatkan tenaga pengajar dari luar negeri dan tingkat nasional untuk mengajari langsung mahasiswa kelas internasional," ujarnya.

Indonesian