IAIN ASAH KEMAMPUAN 1.835 MAHASISWA BERBAHASA ASING ARAB-INGGRIS

Rektor IAIN Palu Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan pelatihan berbahasa asing Arab dan Inggris yang di gelar oleh Mahad Al-Jamiah, di IAIN Palu, Senin.

Palu, - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, mengasah kemampuan 1.835 mahasiswa berbahasa asing Inggris dan Arab, sebagai bentuk upaya peningkatan sumber daya manusia yang sejalan dengan visi rektor perguruan tinggi Islam negeri itu terkait pengembangan mutu dan daya saing akademik.

"Untuk semester dua (genap) pelatihan dan pembimbingan tentang alafkar al-Islamiyah," ucap Direktur Mahad Aljamiah IAIN Palu Dr Ahmad Sehri, di IAIN Palu, Senin.

Upaya itu dilakukan oleh IAIN Palu lewat lembaga Mahad Al-Jamiah melibatkan 1.755 mahasiswa semester dua untuk pelaksanaan di lingkungan kampus, dan 80 mahasiswa mahasiswa di rusunawa IAIN Palu di Kelurahan Tipo.

Pelaksanaan pembimbingan dan pelatihan di kampus  berlangsung hingga Agustus 2019 mulai April, dilasanakan selama 12 kali pertemuan melibatkan 56 dosen setiap sore, selama hari kerja terhitung sejak Senin- Jumat.

Sementara untuk pelaksanaan di rusunawa mahasiswa dilaksanakan setiap selesai shalat subuh/hari, melibatkan sembilan dosen, di laksanakan mulai April hingga Agustus 2019.

"Untuk pelaksanaan pelatihan di kampus, di fokuskan pada peningkatan kecakapan dan kemampuan untuk berbahasa asing Inggris dan Arab," kata Staf Mahad Al-Jamiah IAIN Palu, Nur Alang.

Sementara bagi mahasiswa di rusunawa akan mendapatkan materi dan pendalaman tentang Bahasa Inggris dan Arab, studi fiqih, studi hadis, hafizh quran. Selai itu, di rusunawa, Mahad Aljamiah juga menyusun program kegiatan tentang menghafal quran, hatam quran.

Terkait hal itu Rektor IAIN Palu Prof Dr H Sagaf S Pettalongi mengemukakan, Mahad Aljamiah, merupakan pesantrennya perguruan tinggi keagamaan Islam negeri, karena itu lembaga tersebut sedianya harus menjadi pilar, menjadi icon, dalam upaya pembinaan untuk peningkatan sumber daya manusia, yang menjadi ukuran capaian pembangunan mutu akademik.

"Mahad Aljamiah harus menjadi pilar, harus mendongkrak dan menjadi ukuran atau indikator dalam pencapaian mutu, khususnya tentang pembinaan keterampilan berbahasa dan pemahaman tentang keagamaan," kata Prof Sagaf S Pettalongi, Senin.

Mahasiswa semester II IAIN Palu sekaligus peserta antusias mengikuti pembukaan pelatihan berbahasa asing Arab dan Inggris yang di gelar oleh Mahad Al-Jamiah, di IAIN Palu, Senin.

Karena itu, sebut dia, Mahad Aljamiah perlu merubah dan memperbaiki managamen dalam pengelolaan dan pemaksimalan program pembinaan kemampuan dan keterampilan mahasiswa. Ia mengakui bahwa managemen Mahad Aljamiah belum terlalu baik.

Prof Sagaf menilai, hal yang penting dan harus di lakukan oleh Mahad Aljamiah yakni membangun sinergitas program pembinaan dengan unit dan lembaga lainnya, baik secara internal IAIN Palu atau dengan unit dan lembaga lainnya di perguruan tinggi lainnya yang ada di Indonesia maupun di luar negeri.

"Ini perlu di lakukan, olehnya yang penting adalah managemen pengelolaan yang harus di perbaiki. Kemudian harus ada sinergitas dengan lembaga atau unit lainnya dalam upaya pembinaan," ujar Pakar Managemen Pendidikan itu.

Lanjut dia, setiap mahasiswa berhak untuk belajar atau mendapat pembimbingan di Mahad Aljamiah, karena mahasiswa telah berkontribusi terhadap hal itu sebesar Rp 50 ribu yang di bebankan dalam biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT).

"Semua mahasiswa punya hak untuk belajar di Mahad Aljamiah, karena telah membayar Rp50 ribu lewat pengenaan biaya uang kuliah tunggal," sebut dia.

Sumber : Bagian Humas IAIN Palu (Muhammad Hajiji dan Muhdar Ibrahim)

Indonesian