1.530 mahasiswa baru IAIN Palu ikut pengarahan sebelum PBAK

1.530 mahasiswa baru dari berbagai fakultas di lingkungan IAIN Palu mengikuti pengarahan sebelum pelaksanaan Pra-PBAK dan PBAK, di kampus tersebut, Selasa.

Sebanyak 1.530 mahasiswa baru dari berbagai jalur pendaftaran, SPAN, UMPTKIN dan Mandiri/Lokal mmengikuti pengarahan Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) Tahun 2019 sebagai rentetan proses penanaman moderasi beragama, moderasi Islam, di kampus tersebut, Selasa.

"Iya, hari ini pengarahan untuk persiapan pra-pelaksanaan PBAK tahun 2019," ucap Sekretaris Panitia PBAK IAIN Palu, Fatharani.

PBAK oleh IAIN Palu menjadi salah satu tahapan atau jenjang pembinaan, yang didalamnya bermuatan penanaman moderasi beragama. Hal itu berangkat dari visi dan misi Rektor IAIN Palu Prof Dr KH Sagaf S Pettalongi MPd yang ingin menjadi mahasiswa perguruan tinggi tersebut, unggul dengan moderasi beragama.

Upaya ini, juga sejalan dengan instruksi Kementerian Agama RI yang mewajibkan kepada seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) STAIN, IAIN dan UIN untuk menyebarkan dan membumikan pemahaman moderasi beragama, dalam rangka menangkal tumbuh dan berkembangnya geraka radikalisme dan ekstrimisme.

"Iya, seluruh proses dalam pra-PBAK dan PBAK itu sendiri bermuara pada pengenalan dan penanaman nilai-nilai Islam rahmatan lil-alaamiin," sebut Fatharani.

Fatharani menyebut, pra-PBAK akan dilaksanakan dan diikuti oleh 1.530 mahasiswa baru dari empat fakultas mulai tanggal 23-24 Agustus, kemudian PBAK di mulai 26-29 Agustus di berlangsung di lingkungan IAIN Palu.

Femi Maharani dan Aghini Alnata, masing-masing mahasiswa baru IAIN Palu Jurusan Ekonomi Syariah dan Perbankan Syariah, merupakan peserta PBAK.

Pantaun Antara di lapangan, mahasiswa baru antusias mengikuti pengarahan dari pihak panitia PBAK. Mahasiswa baru yang umumnya berasal dari berbagai kabupaten/kota di Sulteng ini kemudian diarahkan oleh panitia untuk bergabung di kelompok yang telah dibentuk.

Panitia mengarahkan satu-satu persatu mahasiswa untuk bergabung di kelompoknya masing-masing, yang berjumlah sekitar 40 orang/kelompok. Pembentukan kelompok bertujuan untuk memudahkan panitia mengarahkan, memobilisasi dan mengkoordinir serta membangun dialog dan kemunikasi serta diskusi mengenai moderasi beragama.

Terkait dengan itu, IAIN Palu sebagai salah satu PTKIN dibawah naungan Kemenag RI diharapkan dapat memainkan peran dan fungsinya secara maksimal, terstruktur, sistematis dan masif untuk memberikan pemahaman secara totalitas tentang moderasi beragama kepada mahasiswa baru.

Sejalan dengan itu, Femi Maharani salah satu mahasiswa baru IAIN Palu pada Jurusan Perbankan Syariah mengaku tertarik untuk menimbah ilmu agama di perguruan tinggi Islam negeri itu. Bagi Femi, IAIN Palu memiliki kelebihan dan keunggulan yang tidak dimiliki oleh perguruan tinggi lainnya di Sulteng. Salah satu keunggulan itu ialah dapat menimbah lebih ilmu agama.

Disisi lain, Femi memiliki cita-cita besar untuk mengelaborasikan ilmu agama dan ilmu perbankan, yang ketika ia keluar dari perguruan tinggi tersebut, dirinya dapat menjadi magnet perekat di masyarakat.

"Saya juga ingi menjadi intelektual muslim yang tidak hanya menguasai tentang ilmu agama, tetapi juga menguasasi ilmu perbankan," ujar Femi.

Selaras dengan Femi, Aghini Alnata, salah satu mahasiswa baru Jurusan Ekonomi Syariah, menyebut bahwa salah satu pembeda antara IAIN Palu dengan perguruan tinggi lainnya, ialah ekonomi syariah.

"Saya ingin mengembangkan dan belajar lebih dalam tentang ekonomi syariah. Di perguruan tinggi lain di Sulawesi Tengah, tidak ada jurusan ekonomi syariah," akuinya.

Begitupula dengan M Imam Taufik, mahasiswa baru Jurusan Aqidah Filsafat. Imam Taufik yang merupakan pria asal Kabupaten Tolitoli ini, bercita-cita besar untuk menjadi seorang pemikir Islam modern, yang kedepan bisa berkontribusi besar terhadap bangsa dan negara.

Sumber : Bagian Humas IAIN Palu.

Indonesian