IAIN PALU GENJOT PEMAHAMAN AKADEMIK MAHASISWA BARU

Palu,12/18 (Humas IAIN Palu) - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, menggenjot pemahaman akademik mahasiswa baru tahun akademik 2018/2019 dengan memaksimalkan matrikulasi pascabencana gempa, tsunami menghantam perguruan tinggi itu.

"Kegiatan matrikulasi berorientasi pada pengenalan nilai-nilai akademik, pengenalan kampus, serta penyetaraan ilmu," kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Palu Dr Abidin Djafar, di Palu, Senin.

Abidin mengakui bahwa pelaksanaan matrikulasi untuk mahasiswa baru terlambat dilaksanakan. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor antara lain, Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2018 dan bencana yang menimpa Palu.

IAIN Palu menjadi tuan rumah penyelenggaraan konferensi internasional bertajuk "Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) tahun 2018 di Palu" pada 17 hingga September 2018.

Kegiatan tersebut berlangsung pascaperguruan tinggi itu menerima dan menggelar pengenalan budaya akademik bagi mahasiswa baru dengan jumlah sekitar 1.700 mahasiswa.

Kemudian bencana gempa bumi disertai tsunami yang terjadi pada 28 September 2018 atau berselang sekitar seminggu pascakegiatan internasional tersebut. Perguruan tinggi yang di pimpin Prof Sagaf S Pettalongi itu menjadi salah satu terdampak yang sangat parah.

Karena itu, Abidin meminta kepada semua civitas akademik untuk memaklumi keterlambatan pelaksanaan matrikulasi bagi mahasiswa baru.

Lanjut dia mengatakan berdasarkan arahan Rektor Prof Sagaf Pettalongi bahwa seluruh kegiatan di unit-unit dan fakultas harus terencana dengan baik.



"Harus ada tanggal atau terjadwal, agar kegiatan akademik terencana dan terarah. Kalau tidak ada tanggal, maka terkesan tidak terencana," sebut dia.

Sementara itu Ketua Lembaga Penjaminan Mutu IAIN Palu Dr Askar Ahmad mengemukakan bahwa pelaksanaan matrikulasi dimulai pada tanggal 2 sampai dengan 5 Januari 2019.

Pelaksanaan itu terhitung cepat dalam rentan waktu pelaksanaan, ia menyebut, hal itu mempertimbangkan agar semester tidak mendahului matrikulasi.

"Ini karena perkuliahan berjalan kurang normal pascabencana gempa dan tsunami yang menimpa IAIN Palu," ujar dia.

Dia mengakui pascabencana, perkuliahan tidak berjalan seperti sebelum bencana. Saat ini ada dosen yang hanya dua kali tatap muka dengan mahasiswa, lalu kemudian akan menggelar semester.

Lanjut dia mengatakan matrikulasi bagi mahasiswa baru akan di gelar pertemuan tatap muka dengan mahasiswa sebanyak 8 kali. Yang dimaksud delapan kali pertemuan yaitu delapan kali pelaporan.

LPM melibatkan 124 dosen dengan 4 materi pada matrikulasi meliputi kode etik mahasiswa, metode belajar, penulisan karya ilmiah dan soft skill.

Indonesian