UMAT ISLAM TIDAK PERLU BERBANTAHAN

PALU – Umat Islam dinyatakan tidak perlu berbantahan atau berdebat, dalam menentukan suatu kebenaran. Menyusul, kebenaran dalam Islam telah nyata tertuang dalam Al Qur,an. Hal itu disampaikan Prof. H. Zainal Abidin saat menyampaikan ceramah agama, di Mesjid Al­Muhajirin, pada malam ke empat Ramadhan. Rektor IAIN Palu itu menyebutkan, kebenaran dalam Islam, berbeda dengan kebenaran Filsafat dan Matematika. Olehnya, Umat Islam tidak boleh mempersamakan kebenaran Al­Qur’an dan Matemati serta Filsafat. “Al­Qur’an, akan melahirkan banyak kebenaran, rahmat,” Ungkap Prof. Zainal Abidin. Dicontohkannya, dalam firman Allah, disebutkan orang­orang yang beriman, ketika hendak mendirikan Shalat, Basulah Tangan, Wajah dan Kepala. Anjuran tersebut, terdapat perbedaan dalam pelaksanaannya. Dimana, Imam Syafi’I mengartikan bahwa huruf “BA” dalam ayat tersebut, mengandung arti bahwa membasuh kepala sebanyak tiga kali. Sehingga pengikut Imam Syafi’I, lebih konkrit membasahkan tiga helai rambut. Namun, bagi pengikuti Mahzab atau Imam Maliki, Huruf “BA” dalam ayat tersebut, tidak mengandung arti atau pengaruh. Sehingga dalam implementasinya mereka membasuh seluruh kepala, ketika berwudhu untuk shalat. “Imam Hambali, mengartikan cukup membasuh sepertiga kepala,” Ucapnya. Hal itu menurut dia, tidak penting jika dipertanyakan mana yang benar. Sebab, semuanya benar. Karena tidak mengurangi angka tiga kali dalam membasuh air wudhu ke kepala. Tetapi hanya memindahkan tempat basuhan air wudhu di kepala. Perumpaan yang dilontarkan Ketua MUI Kota Palu itu, menyusul adanya perdebatan dalam penentuan awaldan pelaksanaan ramadhan, serta pertanyaan mana yang benar. “Tidak perlu dipertanyakan mana yang benar. Sebab, semuanya bersumber dari Al­Qur’an,” Ungkapnya. Dirinya menegaskan, perbedaan dalam mengartikan awal ramadhan, menggambarkan bahwa Islam menganugerahi perbedaan, yang tidak menyulitkan pengikutnya. Asalkan lanjut dia, kebenaran tersebut yang berujung pada perbedaan itu, berasal dari Al­Qur’an dan Hadits. . (AMAT)