MINIM ILMU, ISLAM TERBELAKANG

PALU - Minimnya perolehan ilmu dan pengetahuan, serta pengembangannya membuat Umat Islam, mendekati ambang kehancuran. Tidak hanya itu, keterbatasan Ilmu dan Pengetahuan cenderung mengantarkan Umat Islam berdebat pada hal-hal yang tidak substansial. Demikian disampaikan Pakar Pemikiran Islam Modern pada IAIN Palu Prof. Zainal Abidin, saat menyampaikan hikmah 1 Muharram, di Kompleks Pesanteren Madinatul Ilmi Dolo. pekan kemarin.

Dia menyatakan, minimnya Ilmu dan Pengetahuan, membuat umat Islam terjebak pada konteks, dalam perkembangan dan kehidupan dimasa kini.Terbukti urai dia, ada sebahagian kalangan dan faham serta aliran didalam Islam, yang mempertahankan  pendapatnya, tanpa ada kontekstualisasi kehidupan konkret dimasa kini.

"Umat Islam, cenderung berdebat pada hal-hal yang tidak substansial. hal itu karena kita tidak melakukan kontekstualisasi sebuah ayat atau hadits dengan kehidupoan konkrit saat ini," Ungkapnya.Perdebatan dikalangan Islam itu sendiri kata dia, seakan membuat jauh Islam sebagai agama yang dinamis serta sebagai Rahmatan Lil'alamin, dengan kehidupan.

Sebab, mempertahankan sebuah konsep dan teori, membuat segolongan orang fanatik bahkan berdampak pada tindakan-tindakan kekerasan. Maka urai dia, polemik dan dinamika sosial, seakan tidak bisah dijawab oleh Umat Islam pada konteks kehidupan sekarang. Padahal tegas dia, Islam sebagai Rahmatan Lil'Alamin mampu memberi solusi atas persoalan yang dihadapi Umat Manusia.

"Islam sebagai agama yang dinamis dan Rahmatan Lil'Alamin, untuk itu Islam mampu memberi solusi terhadap persoalan-persoalan mendasar ditengah masyarakat," Ujarnya. lanjut dia, persoalan Aqidah, keberagaman dan keagamaan saat ini, dapat dijumpai jawabannya bilamana Umat Islam itu sendiri tidak mengesampingkan pendapat Ulama.

 Lebih lanjut dia menyebut, keberadaan Ulama ditengah-tengah masyarakat, membuat masyarakat sedianya tida pantas untuk saling berbantahan. (AMAT)