IAIN Palu-Rutan Donggala gelar penyuluhan agama kepada 260 napi

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah bersama rumah tahanan kelas IIb Kabupaten Donggala menggelar penyuluhan agama kepada 260 narapidana, sebagai bentuk upaya pembinaan moral dan spiritualitas napi.

"Penyuluhan ini merupakan tindaklanjut dari penandatangan MoU antara IAIN Palu dan Rutan Donggala," ucap Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Keuangan dan Kepegawaian IAIN Palu, Dr Kamaruddin, di Palu, Selasa.

Penyuhan agama kepada napi, digelar mulai 5 - 27 November berlangsung di Lapas Kelas IIA Petobo Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu. IAIN Palu menghadirkan dosen-dosen yang pakar dan ahli dibidang agama dan konseling untuk memebantu pihak lapas melakukan pembinaan moral dan spiritual kepada napi.

Kamaruddin menyebut, pembinaan itu untuk membangkitkan kembali optimisme dan semangat para napi untuk menjadi individu yang lebih baik pascakeluar dari rumah tahanan.

"Rumah tahanan bukanlah akhir dari segala kehidupan, dan bukan sebagai akhir dari tempat para napi. Lewat rumah tahanan, para napi bisa untuk mengembangkan potensi dan keterampilan yang diberikan oleh pemerintah. Hal itu diikutkan dengan pembinaan dari aspek agama, untuk pembentukan wawasan keislaman, moral dan spiritual," ujar dia.

IAIN, sebut dia, terus akan membantu pemerintah untuk melakukan pembinaan di masyarakat termasuk kepada napi baik masih dalam rumah tahanan atau pascapenahanan.

Karena itu, kata dia, dalam penyluhan agama itu akan diikutkan dengan penelitian terhadap napi, sehingga dapat diketahui problem dan kondisi para napi.

"Sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang berkelanjutan, maka penyuluhan akan diikutkan dan ditindaklanjuti dengan penelitian terhadap napi. Hal ini agar program-program pengabdian terhadap masyarakat khususnya pembinaan terhadap eks-napi lebih terarah," sebutnya.

Terkait hal itu Kepala Rumah Tahanan Kelas IIB Donggala, Safiuddin mengemukakan pidana yang sedang di jalani oleh para napi bukanlah bentuk balas dendam dari negara dan pemerintah.

Karena itu, kata dia di dalam rumah tahanan, selama para napi menjalani proses penahanan tidak boleh ada penyiksaan bagi secara fisik maupun psikis.

"Karena itu yang dilakukan ada pembimbingan kepada napi, salah satunya yakni penyuluhan agama. Hal ini untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran napi," sebutnya.

Ia mengatakan, rumah tahanan bukanlah perguruan tinggi kejahatan, melainkan sebagai tempat para napi untuk introspeksi diri agar bisa menjadi indivu yang baik.

Penyuluhan agama kepada pra napi dilaksanakan oleh Lemabaga Penelitian dan Pengabdian terhadap masyarakat (LP2M) IAIN Palu.

إندونيسية